Don’t judge a book by its cover. Ungkapan ini pas dialamatkan ke mengkudu (Morinda citrifolia). Secara fisik, buah yang di Jawa Barat dikenal dengan Cangkudu ini tak sedap dipandang. Selain itu, buah yang di Jawa Tengah dan Jawa Timur ini dikenal dengan khudu atau pace ini meruapkan bau busuk.Tapi, jangan pernah menafikan khasiatnyaPakar University Hawaii, Amerika Serikat, Dr. Ralph M. Heinicke Ph.D, menemukan buah ini mengandung Proxeronine, yaitu zat pembentuk Xeronine — sejenis alkaloid yang dihasilkan tubuh untuk menggerakkan enzim-enzim agar berfungsi lebih sempurna.
Proxeronine terdapat di dalam tubuh dan disimpan pada hati. Setiap dua jam, otak ‘memerintahkan’ hati melepas persediaan Proxeronine yang kemudian diserap organ tubuh dan diubah menjadi Xeronine. Kekurangan zat ini dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Untuk itu, kita perlu mengonsumsi Proxeronine tambahan dari luar.
Menurut Dr Hainicke, dengan memiliki Proxeronine yang memadai, kita bakal sanggup mengendalikan tekanan darah tinggi, nyeri haid, artritis, radang usus, keseleo, luka memar, depresi mental, penyakit akibat ketuaan, gangguan pencernaan, pengapuran pembuluh darah hingga mengobati kecanduan narkoba. Selain itu, mengkudu diketahui dapat membinasakan jamur kulit, parasit, dan sedikitnya tujuh jenis bakteri berbahaya.
Selain itu, menurut Neil Solomon MD PhD, seorang dokter dari Amerika Serikat, buah mengkudu juga bisa mengobati kanker, gangguan jantung, stroke, atau diabetes mellitus. Zat antikanker pada buah mengkudu ini sangat efektif melawan sel-sel yang abnormal.
Di Indonesia, tanaman ini sebenarnya telah dibudidayakan sejak lama. Salah satu bagian yang dimanfaatkan adalah kulit akarnya. Jadi, sesudah dicabut, akar mengkudu dicuci dengan air mengalir dari dan kulitnya dikupas untuk dikeringkan. Lalu,
sarinya dipakai sebagai bahan celup pewarna benang, kain, dan daun pandan kerajinan anyam menganyam.
Pada perjalanannya, Mengkudu kemudian lebih terkenal sebagai tanaman obat daripada penghasil cat celup. Sari kulit batangnya dulu banyak dipakai sebagai obat demam malaria. Sesuatu yang tidak mengherankan, mengingat mengkudu masih satu famili dengan pohon kina, Rubiaceae.
Daunnya juga berkhasiat. Sakit pegal-pegal linu setelah dikompres dengan daun mengkudu bisa hilang. Caranya, pilih daun mengkudu yang lebar-lebar. Lalu, olesi daun-daun itu tipis-tipis dengan minyak kelapa dan dipanggang sampai layu. Ketika sedang panas-panasnya, tempelkan daun pada bagian tubuh yang pegal-pegal.
Lantas, bagaimana mengonsumsi mengkudu dengan benar? Secara sederhana, buah ini diperas, dibuat jus, lalu diminum. Namun, bila jus buah mengkudu langsung diminum tanpa pengolahan terlebih dahulu, bau busuk yang keluar bisa membuat kita muntah.
Untuk menghilangkan bau tersebut, salah satunya dengan mencampur jus mengkudu dengan gula merah atau madu. Oplosan ini disimpan dua sampai empat hari, sehingga terjadi proses fermentasi. Dengan demikian, komponen asam penghasil baru akan terurai dan baunya lenyap. Namun, dengan cara ini, justru menjadi minuman beralkohol.
Ada cara lain, yaitu dengan memasukan ekstrak mengkudu ke dalam kapsul dengan teknik dehidrasi. Setelah kandungan airnya dikeluarkan, 100 persen bahan padatnya dijadikan ekstrak dan dimasukan ke dalam kapsul. Cara ini relatif lebih aman karena tidak melibatkan zat tambahan, dan tidak mengurangi kandungan bermanfaat pada buah ini.
Sebaiknya, buah mengkudu atau olahannya dikonsumsi, saat perut kosong. Sebab, kalau dimakan saat perut penuh, pepsin dan asam lambung akan merusak enzim yang berfungsi memecah Xeronine. Selain itu, untuk mencapai khasiat maksimal, dianjurkan agar tidak mengonsumsi sari buah mengkudu bersamaan dengan kopi, teh, tembakau, atau alkohol.
Tiga Resep Sehat Mengkudu
Resep Pertama
Buah mengkudu muda dibuat jus. Untuk penambah rasa, bisa dibubuhi sedikit madu. Ramuan ini diminum 30 menit sebelum sarapan.
Khasiat:
Membersihkan endapan lemak darah sehingga bisa menyembuhkan aterosklerosis, stroke, serta mencegah serangan jantung. Dapat membatasi penyerapan dan pembentukan lemak di tubuh sehingga dapat membantu program diet. Selain itu, dapat menurunkan tekanan darah tinggi, meredakan pikiran tegang, stres, gelisah, dan mengurangi rasa tak nyaman.
Resep Kedua
Buah mengkudu matang dihaluskan kemudian dicampur dengan rimpang lempuyang parut dan beberapa sendok makan air masak. Hasil perasannya diminum.
Khasiat:
Mengobati peradangan hati, peradangan ginjal, dan peradangan limpa karena serangan malaria. Lalu, membantu membuang cairan empedu dan kolesterol berlebihan, dan menyembuhkan radang saluran kencing yang kerap disebut anyang-anyangan.
Resep Ketiga
Buah mengkudu matang dihaluskan, lalu dicampur dengan rimpang lengkuas parut dan beberapa sendok makan air panas. Hasil perasannya lalu diminum. Untuk penambah rasa, bisa ditambahkan madu atau gula batu.
Khasiat:
Menurunkan demam karena flu dan masuk angin terutama pada anak-anak. Ramuan ini juga mengobati radang tenggorokan dan amandel (Hidupsehat)