"Mayat itu tersangkut jaring," kata nakhoda KM Irwan, Ahsanudin di Dit Pol Air Polda Metro Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (17/10/2009).
Ahsanudin menjelaskan, mayat pri yang mengenakan kaus berwarna coklat bertuliskan Polda Jabar, sedang celana korban memakai training dan tidak ada identitas yang ditemukan.
Mayat itu ditemukan pada Jumat 16 Oktober pagi. "Atas perintah pemilik kapal, mayat kami bawa ke Dit Pol Air," jelas Ahsanudin.
Baru pada Sabtu siang pukul 14.00 WIB, para nelayan tiba di Tanjung Priok, dan langsung menyerahkan mayat itu ke polisi.
"Kita Koordinasi dengan Polda Jabar untuk mengecek mayat ini," jelas Kasi Gakum Dit Pol Air Polda Metro Jaya AKP Edi Guritno.
Petugas Dit Pol Air lalu mengirimkan mayat yang sudah menebarkan aroma tidak sedap itu ke RSCM untuk diotopsi.